Wednesday, 2 November 2016

3 Lelaki Yang Terperangkap Di dalam Gua dan Mereka Berjaya Melepaskan Diri




Kisah menarik yang perlu saya kongsikan dengan anda. Kisah 3 orang lelaki yang terperangkap di dalam gua dan mereka berjaya melepaskan diri mereka. Kisah yang diceritakan oleh Nabi Salla Allah alayh wa sallam. Bagaimana mereka keluar dari gua?. Jom baca.


Daripada Abdullah bin Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhuma, katanya: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Ada tiga orang dari golongan orang-orang sebelum kamu sama-sama berangkat melakukan perjalanan (bermusafir), sehingga mereka terpaksa untuk bermalam di sebuah gua. Mereka pun memasukinya. Tiba-tiba jatuhlah sebuah batu besar dari gunung lalu menutup gua itu dan mereka di dalamnya. Mereka berkata bahawasanya tidak ada yang dapat menyelamatkan kita semua dari batu besar ini melainkan dengan engkau semua berdoa kepada Allah Ta'ala dengan menyebutkan perbuatanmu yang baik-baik (amal soleh).

Seorang dari mereka itu berkata: "Ya Allah. aku mempunyai dua orang tua yang sudah tua serta lanjut usianya dan aku tidak pernah memberi minum kepada sesiapapun sebelum keduanya itu, baik kepada keluarga ataupun hamba sahaya. Suatu hari aku mencari kayu api di tempat yang jauh. Aku belum lagi pulang kepada kedua orang tuaku sehingga mereka tertidur. Kemudian aku terus memerah susu untuk mereka dan aku dapati mereka telah tidur nyenyak. Aku enggan memberikan minuman kepada seseorang sebelum keduanya, baik pada keluarga atau hamba sahaya. Kemudian aku tetap dalam keadaan menantikan mereka bangun dan gelas itu tetap berada di tanganku, sehingga fajar menyingsing. Sehinggalah keduanya bangun lalu mereka minum.

"Ya Allah, jikalau aku mengerjakan yang sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan keredaanMu, maka lapanglah kesukaran yang sedang kami hadapi dari batu besar yang menutup ini." Batu besar itu tiba-tiba terbuka sedikit, tetapi mereka masih belum lagi dapat keluar dari gua.

Yang lain berkata: "Ya Allah, sesungguhnya aku mempunyai seorang sepupu wanita yang merupakan orang yang tercinta bagiku dari sekalian manusia - dalam sebuah riwayat disebutkan: Aku mencintainya sebagai kecintaan seorang lelaki yang amat sangat kepada wanita -. Aku menginginkan dirinya, tetapi ia menolak kehendakku itu. Sehingga pada suatu tahun dia menghadapi kesukaran. Dia datang kepadaku, lalu aku memberikan seratus dua puluh dinar padanya dengan syarat dia perlu menyendiri denganku (maksudnya rela disetubuhi). Dia pun bersetuju. Setelah aku dapat menguasai dirinya, sepupuku itu lalu berkata: "Janganlah engkau membuka cincin melainkan dengan cara yang benar. (maksud cincin di sini adalah kemaluan, maka maksudnya ialah jangan melenyapkan kegadisanku ini -melainkan dengan haknya - yakni dengan perkahwinan yang sah). Aku terkejut lalu aku pun meninggalkannya, sedangkan dia adalah yang amat tercinta bagiku dari seluruh manusia dan emas yang aku berikan itu, aku biarkan dimilikinya.

Ya Allah, jikalau aku mengerjakan yang sedemikian dengan niat untuk mengharapkan keredaanMu, maka lapangkanlah kesukaran yang sedang kami hadapi ini." Batu besar itu kemudian terbuka sedikit lagi, tetapi mereka masih juga belum dapat keluar dari gua tersebut.

Orang yang ketiga lalu berkata: "Ya Allah, aku mengupah beberapa pekerja dan semuanya telah kuberikan upahnya masing-masing, kecuali seorang lelaki. Dia meninggalkan upahnya dan terus pergi. Upahnya itu aku kembangkan sehingga bertambah banyaklah hartanya tadi. Sesudah beberapa waktu, pada suatu hari dia datang kepadaku, kemudian berkata: "Hai hamba Allah, tunaikanlah sekarang upahku yang dulu itu". Aku berkata: Semua yang engkau lihat ini adalah berasal dari hasil upahmu itu, baik yang berupa unta, lembu dan kambing dan juga hamba sahaya. Dia berkata: "Hai hamba Allah, janganlah engkau memperolok-olokkan aku". Aku menjawab: "Aku tidak memperolok-olokkan engkau". Kemudian orang itupun mengambil segala yang dimilikinya. Semua diambilnya dan tidak seekorpun yang ditinggalkan.

Ya Allah, jikalau aku mengerjakan yang sedemikian ini dengan niat mengharapkan keredaanMu, maka lapangkanlah kami dari kesukaran yang sedang kami hadapi ini." Batu besar itu lalu terbuka sedikit lagi dan merekapun keluar dari gua itu. (Muttafaq 'alaih)


Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata, “Melakukan ketaatan memudahkan terkabulnya do’a. Oleh kerana itu, pada kisah tiga orang yang terperangkap di dalam suatu gua, batu besar yang menutupi mereka menjadi terbuka kerana sebab amalan yang mereka sebut. Di mana mereka melakukan amalan tersebut ikhlas kerana Allah Ta’ala. Mereka berdo’a pada Allah dengan menyebut amalan soleh tersebut sehingga doa mereka pun terkabul.”

Banyakkanlah beramal supaya dengannya dapat memakbulkan doa kita.

Moga bermanfaat

Hafid Sulaiman
Pengedar Shaklee




No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...